Senin, 18 Mei 2015

goes to media

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...


Selamat Pagi Guys , sudah  lama  tidak memposting kegiatan di blog ini dan pada kesempatan ini saya akan membagikan pengalaman yang menarik dan banyak informasinya.

Pengalaman ini bermula pada tanggal 29 april 2015 kemarin , pada saat itu saya sedang mengikuti tour atau kegiatan berkunjung diberbagai  tempat seperti media dan obyek wisata di kota Palembang bersama teman-teman di kampus Stisipol Candradimuka. 
Berangkat dari kampus jam 09.00 WIB  menggunakan bus yang disediakan oleh kampus dengan jumlah sekitar 120 orang.  Destinasi pertama kami adalah mengunjungi kantor redaksi sumatera express yang biasa disebut orang Palembang dengan sebutan Sumeks. Ciri khas ini ialah karena redaksi ini sudah cukup lama berkembang dan berkecimpung  dalam pemberitaan di kota Palembang. Disana kami disambut hangat oleh salah satu pemimpin redaksi sumeks. Dia juga menceritakan bagaimana meliput berita yang hangat dan aktual kemudian menceritakan menjadi wartawan yang berkelas.

Setelah dari kantor harian sumeks, tempat tujuan selanjutnya adalah Museum Balaputera Dewa di jalan Srijaya 1 No 28. Secara umum, Museum Balaputera Dewan menyimpan berbagai koleksi dari zaman prasejarah, zaman kerajaan sriwijaya, zaman kesultanan Palembang, hingga ke zaman Kolonialisme Belanda. Selain itu, Museum ini juga menyimpan patung patung dan yang paling menarik perhatian adalah patung orang naik gajah . masyarakat mengganggap bahwa patung ini merupakan bagian dari legenda si Pahit Lidah, di mana siapapun yang dikutuknya akan berubah jadi batu.

Lepas dari museum, kami berangkat menuju bukit siguntang. y ataman wisata yang terbilang masih cukup asri terbukti dengan pohon-pohon besarnya yang membuat udara masih segar walaupun banyak jalan yang tertutpi daun-daun yang rontok sehingga terkesan sedikit kotor tapi hal itu tidak membuat kami patah semangat. Selain mempunyai keasrian alamnya, di taman ini terdapat beberapa makam raja seperti Raja si Gentar Alam, Putri Kembang Dadar, dan Panglima Bagus Kuning

Terakhir, Tempat yang kami kunjungi ialah Al-Quran Al Akbar  yang berada di gandus, Palembang yeng bertempat di Pondok pesantren Al Ihsaniyah. Al-Quran tersebut merupakan Al-Quran Terbesar didunia dalam ukiran kayu dengan menghabiskan 40 meter kubik kayu tipe tembese yang memiliki ketebalan 9meter dan membutuhkan waktu 7tahun untuk menyelesaikan pembanguan tersebut. Al-Quran Al Akbar telah resmi didirikan oleh Presiden Republik Indonesi , Bapak Susilo Bambang Yudhoyono pada akhir tahun 2011.

Setelah berkunjung di beberapa tempat, saya paling berkesan dengan Al-Quran Al Akbar karena proses pembuatan yang lumayan rumit dan mempunyai misi untuk mencintai kitab suci Al-Quran dalam bentuk besar dan mengenalakan kepada dunia juga. Dari Kegiatan Goes to Media ini saya dan teman-teman mendapatkan penghargaan berupa sertifikat

Sekian ya berbagi pengalamannya, ketemu lagi dalam kesempatan lainnya
Terima Kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar